Keuangan

Kalkulator Token Listrik & Tagihan per Alat

Dua kalkulator dalam satu halaman: cek berapa kWh yang kamu dapat dari nominal token PLN, lalu lihat rincian tagihan listrik per alat elektronik di rumah dan alat mana yang paling boros.

Gratis Tanpa Login Diproses di Perangkat

Isi token

Nominal & Golongan

Pilih nominal atau ketik sendiri, lalu sesuaikan golongan daya dan PPJ daerahmu.

Rp
%
Rp

Hasil

kWh yang kamu dapat

0 kWh

Lihat langkah perhitungan

Tarif dasar listrik, PPJ, dan ambang meterai bisa berbeda tergantung golongan daya, wilayah, dan kebijakan yang berlaku saat ini. Cocokkan dengan struk pembelian token atau tagihan listrikmu untuk angka yang pasti.

Cara Kerja Kalkulator Ini

Saat kamu beli token listrik, nominal yang dibayar dipotong biaya admin dan (kalau nominalnya sangat besar) bea meterai lebih dulu. Sisanya dibagi dengan tarif dasar listrik yang sudah ditambah PPJ, hasilnya adalah kWh yang masuk ke meteran prabayarmu.

Tab Tagihan per Alat memakai golongan daya dan PPJ yang sama untuk menghitung berapa kWh dan rupiah yang dihabiskan tiap alat elektronik per bulan, lalu menunjukkan alat mana yang paling boros dan berapa lama token yang kamu beli akan bertahan dengan pola pemakaian itu.

Input
Nominal & golongan
Tarif dasar listrik tergantung golongan daya meteranmu.
Input
PPJ & admin
PPJ beda tiap daerah, biaya admin dari bank/e-commerce.
Output
kWh token
Sisa nominal dibagi tarif efektif (tarif x (1 + PPJ%)).
Output
Tagihan per alat
Daftar alat, biaya bulanan, dan alat paling boros.

Tips Hemat Listrik di Rumah

  • Atur suhu AC di 24-25 derajat. Tiap penurunan 1 derajat bisa menambah konsumsi listrik AC sekitar 5-10 persen.
  • Cabut dispenser dan rice cooker saat tidak dipakai lama. Alat pemanas yang menyala terus adalah salah satu penyumbang tagihan terbesar.
  • Ganti lampu ke LED. Lampu LED memakai daya jauh lebih kecil dibanding lampu pijar atau neon untuk terang yang sama.
  • Beli token sesuai pola pemakaian bulanan. Pakai hasil "token bertahan berapa hari" di atas supaya tidak terlalu sering isi ulang dalam nominal kecil yang boros biaya admin.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Karena nominal token yang kamu bayar bukan langsung dibagi tarif per kWh. Ada biaya admin bank atau e-commerce yang dipotong lebih dulu, lalu sisanya dikalikan dengan tarif dasar listrik ditambah Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarnya tergantung daerahmu. Semakin tinggi persentase PPJ, semakin sedikit kWh yang kamu terima dari nominal yang sama.
PPJ atau Pajak Penerangan Jalan adalah pajak daerah yang ditambahkan ke tagihan listrik untuk mendanai penerangan jalan umum. Setiap pemerintah kota atau kabupaten menetapkan sendiri persentasenya lewat peraturan daerah, dengan batas maksimal yang diatur undang-undang. Karena itu, dua orang dengan golongan daya sama di kota berbeda bisa mendapat kWh yang berbeda dari nominal token yang sama.
Bea meterai Rp10.000 hanya berlaku untuk dokumen atau transaksi dengan nilai Rp5.000.000 ke atas sesuai aturan bea meterai yang berlaku. Untuk pembelian token sehari-hari seperti Rp50.000 sampai Rp500.000, meterai ini praktis tidak pernah muncul, jadi jangan bingung kalau strukmu tidak menampilkannya.
Golongan 900 VA dibedakan menjadi bersubsidi untuk rumah tangga yang terdaftar sebagai penerima subsidi listrik, dan non-subsidi atau Rumah Tangga Mampu (RTM) untuk pelanggan 900 VA yang dianggap mampu. Tarif untuk pelanggan bersubsidi jauh lebih murah karena sebagian biayanya ditanggung pemerintah. Cek golongan di meteran atau tagihanmu untuk memastikan mana yang berlaku.
Setiap alat dihitung dari daya (watt) dikalikan lama pemakaian per hari, dibagi 1.000 untuk mendapat kWh per hari, lalu dikalikan 30 untuk estimasi sebulan. Biaya rupiahnya memakai tarif dan PPJ yang sama seperti kalkulator token di tab pertama, supaya kedua hasil bisa saling nyambung, misalnya untuk menghitung token bertahan berapa hari.
Angka watt dan jam nyala di kalkulator ini adalah perkiraan umum untuk alat rumah tangga sehari-hari, dan bisa kamu ubah sesuai spesifikasi alat serta kebiasaan pemakaianmu sendiri. Untuk alat seperti kulkas dan dispenser yang menyala terus menerus, watt yang dipakai sudah memperhitungkan rata-rata siklus kerja alat, bukan daya puncak sesaat.
AC dan alat pemanas seperti setrika, dispenser, dan rice cooker mode menghangatkan biasanya menyumbang porsi tagihan terbesar karena mengubah listrik langsung menjadi panas atau dingin. Kalkulator ini menandai alat dengan porsi biaya terbesar dari daftarmu sebagai "alat paling boros" beserta beberapa tips sederhana untuk menguranginya.
Tidak. Semua perhitungan token dan daftar alat berjalan di browser kamu sendiri. Nominal token, daftar alat, dan angka lainnya tidak dikirim atau disimpan di server mana pun.