Keuangan

Kalkulator Gaji Bersih & PPh 21

Masukkan gaji kotor, tunjangan tetap, dan status PTKP. Kalkulator ini menghitung potongan BPJS, PPh 21 bulanan dengan tarif efektif rata-rata (TER), take home pay, sampai estimasi PPh 21 tahunan dan selisih di bulan Desember.

Gratis Tanpa Login Diproses di Perangkat

Simulasi

Data Gaji

Ubah angka mana pun, hasil di bawah langsung diperbarui.

Rp
Rp

Hasil simulasi

Take home pay per bulan

Rp 0

Rincian potongan bulanan

Ringkasan tahunan

Estimasi PPh 21 setahun dengan tarif progresif dan selisihnya di bulan Desember.

Lihat langkah perhitungan

Hasil ini adalah estimasi berdasarkan aturan PPh 21 tarif efektif rata-rata dan iuran BPJS yang berlaku umum. Slip gaji dan potongan sebenarnya mengikuti kebijakan payroll perusahaan serta ketentuan resmi DJP dan BPJS.

Cara Kerja Kalkulator Ini

Sejak Januari 2024, PPh 21 karyawan tetap dihitung setiap bulan dengan tarif efektif rata-rata (TER): penghasilan bruto bulanan dikalikan satu persentase dari tabel TER sesuai kategori status PTKP. Ini menggantikan penghitungan tarif progresif manual setiap bulan, tapi tarif progresif tahunan tetap dipakai satu kali di masa pajak Desember untuk menghitung ulang PPh 21 setahun penuh dan mencari selisihnya.

Input
Gaji & tunjangan
Penghasilan bruto bulanan = gaji pokok + tunjangan tetap.
Input
Status PTKP
Menentukan kategori TER (A, B, atau C).
Output
Take home pay
Gaji bruto dikurangi BPJS karyawan dan PPh 21 TER.
Output
Selisih Desember
PPh 21 setahun (progresif) dikurangi 11 bulan TER.

Tips Memahami Slip Gajimu

  • Bandingkan dengan slip gaji resmi dari HR. Kalkulator ini estimasi umum, kebijakan dasar perhitungan BPJS dan komponen penghasilan tiap perusahaan bisa berbeda.
  • Perhatikan batas upah BPJS. Batas upah BPJS Kesehatan dan Jaminan Pensiun diperbarui pemerintah dari waktu ke waktu, jadi iuranmu bisa berubah meskipun gaji tetap sama.
  • Siapkan dana untuk potongan Desember. Kalau hasil selisih Desember di kalkulator ini positif (kurang bayar), gaji bersihmu di bulan itu akan lebih kecil dari biasanya.
  • Cek status PTKP-mu setiap ada perubahan. Menikah atau bertambahnya tanggungan bisa memengaruhi kategori TER dan besar potongan PPh 21 bulanan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

TER adalah metode penghitungan PPh 21 bulanan yang mulai berlaku sejak Januari 2024. Alih-alih menghitung tarif progresif setiap bulan, perusahaan cukup mengalikan penghasilan bruto bulanan dengan satu persentase dari tabel TER sesuai status PTKP karyawan. Tarif progresif tahunan tetap dipakai, tapi hanya di masa pajak Desember untuk menghitung selisih akhir tahun.
Kategori TER ditentukan dari status PTKP karyawan. TER A untuk TK/0, TK/1, dan K/0. TER B untuk TK/2, TK/3, K/1, dan K/2. TER C untuk K/3. Semakin banyak tanggungan dan kategori TER yang lebih tinggi, semakin besar batas penghasilan sebelum kena tarif tertentu, sehingga PPh 21 bulanannya relatif lebih kecil pada penghasilan yang sama.
Selama Januari sampai November, PPh 21 dipotong pakai tarif TER dari penghasilan bruto bulan itu saja. Di bulan Desember, perusahaan menghitung ulang PPh 21 setahun penuh dengan tarif progresif Pasal 17, lalu menguranginya dengan PPh 21 yang sudah dipotong selama 11 bulan. Selisihnya bisa membuat potongan Desember lebih besar (kurang bayar) atau malah ada pengembalian (lebih bayar).
Iuran BPJS Kesehatan porsi karyawan (1% dari upah, maksimal dari batas upah tertentu), dan BPJS Ketenagakerjaan porsi karyawan yaitu Jaminan Hari Tua (JHT) 2% dan Jaminan Pensiun (JP) 1% dengan batas upah tersendiri untuk JP. Iuran JKK dan JKM sepenuhnya ditanggung perusahaan sehingga tidak memotong gaji karyawan.
PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) adalah batas penghasilan setahun yang tidak dikenakan pajak, besarnya tergantung status kawin dan jumlah tanggungan. Biaya jabatan adalah pengurang otomatis sebesar 5% dari penghasilan bruto setahun, maksimal Rp6.000.000 per tahun, yang diakui sebagai biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan.
Ya. Dasar iuran BPJS adalah upah, yaitu gaji pokok ditambah tunjangan tetap, jadi kalkulator ini memakai jumlah keduanya untuk BPJS Kesehatan (dibatasi Rp12 juta), JHT, dan JP (dibatasi batas upah tahunan BPJS). PPh 21 juga dihitung dari total penghasilan bruto yang sama. Kalau perusahaanmu memakai dasar upah yang berbeda, cek slip gajimu.
Selisih kecil bisa terjadi karena pembulatan, komponen penghasilan tidak tetap seperti lembur atau bonus, potongan lain seperti pinjaman koperasi, atau kebijakan perusahaan yang menghitung dasar BPJS berbeda. Batas upah JP dan angka BPJS lainnya juga diperbarui pemerintah dari waktu ke waktu, jadi selalu jadikan slip gaji resmi sebagai acuan utama.
Tidak. Semua perhitungan dilakukan di browser kamu. Gaji, tunjangan, dan angka lainnya tidak dikirim ke server mana pun.