Otomotif
Simulasi Akselerasi Mobil Listrik
Atur tenaga, torsi, bobot dan penggerak roda, lalu lihat berapa detik mobil listrik mencapai kecepatan target di jalan datar atau tanjakan. Mulai dari salah satu preset mobil listrik populer di Indonesia.
Hasil simulasi adalah perkiraan fisika dengan asumsi rasio gigi, aerodinamika dan cengkeraman ban, bukan klaim akselerasi pabrikan atau hasil uji jalan.
Cara memakai simulasi
- Klik salah satu preset. Tenaga, torsi, bobot dan penggerak roda langsung terisi, atau geser sendiri sesuai mobil yang ingin dicoba.
- Tambahkan bobot penumpang dan barang dengan penggeser bobot total (misalnya 75 kg per orang).
- Atur kecepatan target dan kemiringan jalan, lalu tekan Mulai. Waktu berhenti saat target tercapai.
- Coba Tantangan Sitinjau Lauik untuk melihat apakah mobil kuat menanjak di lereng 40 derajat.
- Keterangan di bawah angka menunjukkan apa yang membatasi akselerasi: cengkeraman ban, torsi motor atau tenaga motor.
Kenapa mobil listrik terasa responsif
Motor listrik memberi torsi penuh sejak putaran nol, jadi mobil listrik langsung mendorong kuat saat mulai berjalan. Karena itu, di awal akselerasi yang membatasi biasanya cengkeraman ban. Setelah kecepatan naik, tenaga motor menjadi batasnya, dan hambatan udara yang naik sebanding kuadrat kecepatan membuat akselerasi makin melambat.
Bobot baterai membuat mobil listrik lebih berat dari mobil bensin seukurannya. Bobot tambahan menurunkan akselerasi, tetapi juga menambah cengkeraman ban. Penggerak roda belakang dan AWD biasanya lebih unggul saat menanjak karena bobot berpindah ke roda belakang.