Otomotif

Simulasi Akselerasi Mobil Listrik

Atur tenaga, torsi, bobot dan penggerak roda, lalu lihat berapa detik mobil listrik mencapai kecepatan target di jalan datar atau tanjakan. Mulai dari salah satu preset mobil listrik populer di Indonesia.

Gratis Tanpa Login Estimasi fisika
Ranking mobil listrik

Hasil simulasi adalah perkiraan fisika dengan asumsi rasio gigi, aerodinamika dan cengkeraman ban, bukan klaim akselerasi pabrikan atau hasil uji jalan.

Cara memakai simulasi

Kenapa mobil listrik terasa responsif

Motor listrik memberi torsi penuh sejak putaran nol, jadi mobil listrik langsung mendorong kuat saat mulai berjalan. Karena itu, di awal akselerasi yang membatasi biasanya cengkeraman ban. Setelah kecepatan naik, tenaga motor menjadi batasnya, dan hambatan udara yang naik sebanding kuadrat kecepatan membuat akselerasi makin melambat.

Bobot baterai membuat mobil listrik lebih berat dari mobil bensin seukurannya. Bobot tambahan menurunkan akselerasi, tetapi juga menambah cengkeraman ban. Penggerak roda belakang dan AWD biasanya lebih unggul saat menanjak karena bobot berpindah ke roda belakang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Gaya di roda diambil dari nilai terkecil antara batas torsi motor, batas tenaga motor pada kecepatan saat itu dan batas cengkeraman ban. Gaya itu dikurangi hambatan udara, hambatan gulir dan gaya gravitasi di tanjakan, lalu dibagi massa mobil. Perhitungannya diulang 240 kali per detik sampai kecepatan target tercapai.
Tidak selalu. Simulasi memakai rasio gigi, hambatan udara dan pembagian bobot perkiraan, serta tidak memodelkan pembatasan tenaga oleh sistem baterai, suhu atau kontrol traksi. Anggap hasilnya perkiraan fisika untuk membandingkan mobil, bukan angka resmi.
Di kecepatan rendah, gaya dorong sering dibatasi cengkeraman ban, bukan torsi. Mobil penggerak roda depan juga kehilangan cengkeraman saat bobot berpindah ke belakang ketika berakselerasi atau menanjak. Di kecepatan tinggi, yang membatasi adalah tenaga motor dan hambatan udara.
Tombol yang memasang tanjakan hipotetis 40 derajat (kemiringan 83,9 persen) untuk menguji apakah mobil kuat menanjak dari diam. Namanya terinspirasi tanjakan terkenal di Sumatera Barat, tetapi angka 40 derajat bukan ukuran jalan aslinya.
Bisa. Pilih salah satu preset, atau geser sendiri tenaga, torsi, bobot dan penggerak roda sesuai spesifikasi mobil yang ingin dicoba. Halaman spesifikasi mobil listrik di Ranking Mobil Indonesia juga punya simulasi yang sudah terisi data mobilnya. Tambahkan bobot penumpang dan barang supaya hasilnya lebih mendekati kondisi nyata.