Agama & Kalender

Konversi Kalender Hijriah

Lihat tanggal Hijriah hari ini, konversi tanggal Masehi ke Hijriah atau sebaliknya, dan cek kalender bulan Hijriah lengkap dengan tanggal penting Islam.

Gratis Tanpa Login Diproses di Perangkat

Hari ini

Tanggal Hijriah Hari Ini

-

Konversi Tanggal

Pilih arah konversi, isi tanggalnya, hasil langsung muncul.

Hasil

Tahun

Tanggal Penting Islam

Dihitung dengan metode tabulasi untuk tahun Hijriah berjalan.

Kalender

Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab

Tanggal Hijriah di halaman ini dihitung dengan metode tabulasi (kalender Hijriah aritmetik), sebuah pendekatan matematis yang tidak bergantung pada hasil rukyat. Tanggal resmi pemerintah Indonesia, terutama untuk awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, ditetapkan lewat sidang isbat dan bisa berbeda 1-2 hari dari perhitungan di sini.

Tentang Kalender Hijriah

Kalender Hijriah adalah kalender qamariyah (lunar) yang dipakai umat Islam, dihitung sejak hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Satu tahun Hijriah terdiri dari 12 bulan qamariyah dengan panjang sekitar 354 atau 355 hari, lebih pendek sekitar 11 hari dari tahun Masehi, sehingga bulan-bulan penting seperti Ramadan bergeser lebih awal setiap tahun dibanding kalender Masehi.

Urutan 12 bulan Hijriah: Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah.

Metode
Tabulasi
Perhitungan aritmetik lewat Julian Day Number, konsisten untuk tanggal apa pun.
Pembanding
Umm al-Qura
Dipakai sebagai tanggal utama saat perangkatmu mendukungnya.
Resmi
Sidang isbat
Acuan resmi pemerintah Indonesia, bisa berbeda 1-2 hari.
Fitur
Dua arah konversi
Masehi ke Hijriah dan sebaliknya, plus kalender bulanan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kalkulator memakai metode tabulasi, yaitu kalender Hijriah aritmetik yang menghitung tanggal lewat konversi ke dan dari Julian Day Number, tanpa observasi hilal. Setiap bulan berselang-seling 30 dan 29 hari, dengan tahun kabisat menambah satu hari di bulan terakhir mengikuti siklus 30 tahun. Metode ini konsisten dan bisa dihitung untuk tanggal mana pun, tapi merupakan pendekatan matematis, bukan hasil rukyat resmi.
Ada beberapa metode penentuan kalender Hijriah: tabulasi (yang dipakai di sini), Umm al-Qura (dipakai Arab Saudi, kadang tersedia di sistem operasi tertentu), dan rukyatul hilal atau hisab yang dipakai pemerintah Indonesia lewat sidang isbat. Ketiganya bisa berbeda 1 sampai 2 hari, terutama di awal bulan, karena kriteria penentuan awal bulan yang berbeda.
Sidang isbat adalah forum resmi Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menetapkan awal bulan Hijriah penting, terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, berdasarkan hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) dan hisab (perhitungan astronomis). Hasil sidang isbat adalah acuan resmi yang berlaku secara nasional, dan bisa berbeda dari perhitungan tabulasi di kalkulator ini.
Kalkulator menampilkan tanggal dari kalender Umm al-Qura bawaan perangkatmu (kalau tersedia) sebagai tanggal utama, dan tanggal hasil perhitungan tabulasi sendiri sebagai pembanding. Kalau perangkatmu tidak mendukung kalender Umm al-Qura, hanya hasil tabulasi yang ditampilkan.
Pilih tab "Hijriah ke Masehi", lalu isi tanggal, bulan, dan tahun Hijriah yang kamu cari. Hasil tanggal Masehi beserta hari dalam seminggu langsung muncul di bawahnya. Berlaku juga sebaliknya lewat tab "Masehi ke Hijriah" dengan memilih tanggal dari kalender.
Bulan Hijriah mengikuti peredaran bulan (qamariyah), yang siklusnya sekitar 29,5 hari. Karena itu bulan Hijriah berselang-seling antara 29 dan 30 hari. Pada kalender tabulasi, tahun kabisat terjadi 11 kali dalam siklus 30 tahun, menambah satu hari di bulan Zulhijah.
Tanggal-tanggal itu adalah hari-hari penting dalam kalender Islam: 1 Muharram menandai tahun baru Hijriah, 10 Muharram (Asyura) dikaitkan dengan hari puasa sunnah, 12 Rabiul Awal diperingati sebagai Maulid Nabi Muhammad, 27 Rajab sebagai peringatan Isra Mikraj, 17 Ramadan sebagai Nuzulul Quran atau turunnya Al-Quran, serta 1 Syawal dan 10 Zulhijah sebagai Idul Fitri dan Idul Adha.
Tidak. Semua perhitungan tanggal berjalan di browser kamu sendiri, tidak ada data yang dikirim atau disimpan di server mana pun.